Senin, 01 Oktober 2012

Tugas OR 1


Nama   : Filona
NPM   :  22210783
Kelas   : SMAK04
PT Batu Gede memproduksi kain jadi yaitu kain sutera dobby dan kain tenun warna. Keuntungan dari kedua jenis kain tersebut yaitu 50 ribu per meter untuk kain sutera dobby dan 35 ribu per meter untuk tenun warna. Untuk membuat kedua kain tersebut masing-masing dibutuhkan bahan baku berupa 18 kg dan 15 kg per hari benang sutera raw silk serta 16 kg dan 12 kg per hari untuk benang sutera thrown silk dan dibutuhkan 8 jam untuk pembuatan kain sutera dobby serta 6 jam kerja untuk pembuatan kain tenun warna. Sedangkan ketersediaan bahan baku untuk benang sutera raw silk 50 kg, benang sutera thrown silk 35 kg dan tenanga kerja yang tersedia 50 jam. Tapi dari pihak manajemen menginginkan 30 meter per hari kain tenun warna yang di produksi. Jadi, untuk memaksimalkan keuntungan, berapa banyak jumlah kain dari setiap jenis produk yang harus diproduksi setiap hari?
Jawab :
1.      Variabel keputusan
X1 = kain sutera dobby
X2 = kain tenun warna
2.      Fungsi tujuan
Zmax = 50X1 + 35X2
3.      Fungsi kendala
1.      18X1 + 15X2 ≤ 50
2.      16X1 + 12X2 ≤ 35
3.      8X1 + 6X2 ≤ 50
4.      X2 ≥ 30 

Rabu, 20 Juni 2012

Biaya Dana



Dilihat dari gambar diatas bahwa di sisi Assets merupakan penyalur dana (pengguna dana) sedangkan pada sisi Liabilities adalah penghimpun dana (sumber dana), artinya sumber dana dari masyarakat untuk keuntungan bank. Jika bank dapat menyalurkan seluruh dana yang dihimpun, maka akan menguntungkn bank itu, begitu juga sebaliknya. Seluruh dana bank yang ada memiliki nilai dan harga yang dicerminkan dengan tingkat suku bunga. Misal pada deposito ada tingkat suku bunga yang harus dibayar oleh bank ke pinjaman-pinjaman berupa obligasi seperti call money. Namun pada Capital terdapat dua profit yaitu ada yang ditahan untuk kegiatan operasional (modal) dan ada yang dibagikan untuk share/deviden.

Besar biaya yang dikeluarkan terhadap simpanan masyarakat disebut biaya dana. Dari sumber dana yang paling besar adalah deposit, kemudian capital dan terakhir securities. Deposit menjadi tolok ukur karena memiliki dana yang paling besar, itu berarti dana ini harus ditutupi dari kegiatan operasi.  Kegiatan operasi selanjutnya yang memberikan keuntungan paling besar adalah loan, kemudian other assets lalu securities disusul oleh cash reserves. Cash reserve sangat kecil, sebab cash reeserve akan memberi keuntungan jika bank dapat memberikan call money. Namun Loan danSecurities lebih menguntungkan lewat obligasi dan stock (pasar modal) jika menang vendor. Atau keuntungan dari pasar uang lewat valas atau forex. Misalkan : bank memiliki kurs jual dan kurs beli, kurs jual $9.850 dan kurs beli $9.350, artinya bank beli seharga $9.350 dan ketika ada yang mau membeli harga menjadi $9.850 memiliki selisih $500 yang disebut Increassing Wallet Shares.

Increassing Wallet Shares yaitu terapan untuk menggali dana dari masyarakat, baik masyarakat yang menyimpan uang maupun yang meminjam uang. Untuk dapan menerapkan Increassing Wallet Shares , loan dan deposit harus dibesarkan, karena semakin banyak nasabah maka akan semain baik, misalkan saja,  bank lebih suka meminjamkan Rp1.000 ke 100 nasabah dibandingkan bank meminjamkan Rp100.000 ke 1 nasabah, ini disebut Legal Lending Limited (aturan loan).

Deposito dan loan sangat berpengaruh bagi pemerintah, makanya pemerintah mengaatur ketat mengenai loan. Bank tidak boleh banyak beroperasi di securities sebab ekonomi nantinya bisa mandek karena kegiatan di pasar modal dan pasar uang bukan bank dan pasar industri. Sehingga bank harus lebih banyak beraktivitas di sektor loan. Maka muncullah aturan-aturan loan seperti LDR, KUK, LLL dan kolektibilitas kredit. Kolektibilitas kredit adalah kemampuan bank untuk menghimpun kreditnya (menghitung kredit macet), dan harus dihitung proporsinya jika semua orang meminjam uang otomatis kreditnya tidak lancar. Jika macet, loan tidak bisa menutupi keuntungannya di deposit maka bank harus mencari keuntungan lain di Securities (pasar modal dan pasar uang).


Ketika ada masyarakat surplus dan masyarakat minus melewati bank, berarti masyarakat menyimpan uang dan bank meminjamkan uang ke masyarakat. Jika langsung lewat pasar modal melalui stock dan obligasi, lewat pasar modal bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan, karena dari stock bisa dapat deviden dan capital gain.

Contoh pada grafik pasar modal di bawah. 1 slot  saham  harganya 10.890 jam 10.30 tgl 5 juni, kemudian harganya menjadi 12.890 jam 14.10 tgl 5 juni. Terdapat selisiih 2000, jika dijual disebut dengan capital gain. Jika belum dijual itu disebut potensial gain.
Pada grafik Istilah Bearish adalah penurunan sedangkan Bullish adalah kenaikan. Jika disaat 12.890 berharap nilainya bisa naik lagi, maka ditahan (hedge) dititik itu agar tidka dijual. Namun kenyataannya nilainya terus menurun, maka dia mengalami potensial loss. Syarat untuk menahan (hedging) harus memiliki cukup modal karena sudah mengalami rugi 7000. Proses ini jarang terjadi di pasar modal, biasanya ini terjadi di pasar uang, karena ini hitungannya masih jam, kalo di pasar uang hitungannya sudah detik dan menit.

Kalau di pasar modal belinya saham, tapi kalau di pasar uang yang dibeli adalah indeks/nilai. Di Pasar Modal juga ada, namanya beli index. Index-index yang sering dibeli ini diambil dari saham-saham Blue Chip (saham yang paling aktif di Pasar Modal), yaitu Dou Joes index dan hang seng index. Ukuran aktif itu adalah sahamnya memberikan prospek yang lebih baik.

Pada grafik Istilah Bearish adalah penurunan sedangkan Bullish adalah kenaikan. Jika disaat 12.890 berharap nilainya bisa naik lagi, maka ditahan (hedge) dititik itu agar tidka dijual. Namun kenyataannya nilainya terus menurun, maka dia mengalami potensial loss. Syarat untuk menahan (hedging) harus memiliki cukup modal karena sudah mengalami rugi 7000. Proses ini jarang terjadi di pasar modal, biasanya ini terjadi di pasar uang, karena ini hitungannya masih jam, kalo di pasar uang hitungannya sudah detik dan menit.

Kalau di pasar modal belinya saham, tapi kalau di pasar uang yang dibeli adalah indeks/nilai. Di Pasar Modal juga ada, namanya beli index. Index-index yang sering dibeli ini diambil dari saham-saham Blue Chip (saham yang paling aktif di Pasar Modal), yaitu Dou Joes index dan hang seng index. Ukuran aktif itu adalah sahamnya memberikan prospek yang lebih baik.

Jika di pasar uang, dapat keluar masuk pasar dari mana saja, isi terjadi di valas/forex. Seperti pada grafik, bisa di 12.890 beli atau di 7.890 atau 10.890. artinya lembaga keuangan punya fleksibilitas tinggi karea bisa main di sisi securities tetapi hars memenuhi LDR juga.
Besar loan yang disalurkan membuat LDR semakin besar, begitu juga sebaliknya. Ekspansi kredit untuk meningkatkan loan, bank harus berusaha menjual produknya hingga mendapatkan loan yang besar. Seperti gambar di atas, bank A lebih besar ekspansinya dari bank B, berdaasarkan tolok ukur presentase LDR. Jika ada bank melakukan ekspansi kredit diharapkan loan ditingatkan (LDR juga meningkat), kalo rekapitulasi berarti capital bertambah dan mungkin menurunkan LDR, tetapi kalau loan nya juga tidak signifikan. Ada pengaruh antara rekapitalisasi terhadap profit. Sebelum ke profit, masuknya ke LDR dulu, melihat bagaimana posisi LDR nya.  Sehingga munculah Net Interest Margin (NIM) mengenai interest spread yaitu kegiatan operasional, melihat margin dari interestnya. Margin interest nya ini dari volume loan dan volume deposit beserta tingkat bunganya. Dua hal yang berpengaruhi dalam penentuan profit dalam operasional bank yaitu volume deposit & volume loan dan tingkat bunganya.

Minggu, 10 Juni 2012

Hubungan Agency Dengan Loan to Deposit Ratio



Bank adalah lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara keuangan. Bank menerima simpanan uang dari masyarakat dan selanjutnya menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Tujuan kredit itu sendiri adalah untuk mendapat profitability yang aman dan bank pemerintah yang mengemban tugas sebagai agent of development yaitu  sebagai penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan untuk kelancaran kegiatan ekonomi di sektor riil, kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan investasi, distribusi, dan juga konsumsi barang dan jasa, mengingat semua kegiatan tersebut selalu berkaitan dengan penggunaan uang. Oleh karena itu salah satu kegiatan operasional bank yang digunakan untuk menyalurkan dana kepada masyarakat sebagai bentuk intermediasi yaitu dengan pemberian kredit.

Dalam rangka mendorong masyarakat menggunakan dana bank melalui fasilitas kredit  ini kemudian bank banyak bekerjasama dengan lembaga-lembaga independent seperti leasing ataupun agency, yang berusaha menyediakan dana kepada masyarakat dengan persyaratan pinjaman yang lebih mudah. Seperti halnya agency yang berusaha meningkatkan kredit melalui pemberian pinjaman berupa uang kepada masyarakat dengan cara yang lebih mudah dibandingkan dengan melakukan pinjaman langsung kepada bank. Namun, dengan konsekuensi tingkat bunga yang lebih tinggi.

Dalam Operasional Perbankan banyak usaha yang dilakukan untuk mencari indikator penting dan strategi guna mengukur tingkat kinerja suatu bank. Berkenaan dengan hal tersebut maka untuk mengetahui sampai seberapa besar tingkat ekspansi kredit yang dilakukan bank adalah dengan melihat nilai rasio kredit terhadap simpanan dana pihak ketiga yang dikenal dengan istilah Loan to Deposit Ratio. Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar semua dana masyarakat sert modal sendiri dengan mengandalkan kredit yang tela didistribusika ke masyarakat.
Oleh karena itu, semakin banyak jumlah kredit yang diberikan maka semakin tinggi pula LDRnya, berlaku juga kebalikannya. Ini juga memperlihatkan bahwa jumlah kredit yang diberikan dari LDR tinggi maka jumlah laba yang diterima oleh bank dari pendapatan bunganya pun akan semakin tinggi.

Loan to Deposit Ratio

Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan perbandingan antara kredit yang diberikan dengan dana berupa simpanan dari masyarakat, termasuk pinjaman yang diterima, tidak termasuk pinjaman subordinasi. Rasio ini menggambarkan kemampuan bank membayar kembali penarikan yang dilakukan nasabah deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin tinggi rasio ini semakin rendah kemampuan likuiditas bank.  
Sangat tidak wajar apabila bank sampai menyalurkan dana melebihi dana yang diterimanya pada setiap tahun. LDR mempunyai peranan yang sangat penting sebagai indikator yang menunjukkan tingkat ekspansi kredit yang dilakukan bank sehingga LDR dapat juga digunakan untuk mengukur berjalan tidaknya suatu fungsi intermediasi bank.
Batas aman LDR suatu bank secara umum adalah sekitar 81%-100%. Sedangkan menurut ketentuan bank sentral, batas aman LDR suatu bank adalah 110%. Dalam arti apabila LDR di atas 110 persen berarti likuiditas bank kurang baik karena jumlah DPK (giro, tabungan, dll) tidak mampu menutup kredit yang disalurkan sehingga bank harus menggunakan dana antarbank (call money) untuk menutup kekurangannya. Dana dari call money bersifat darurat, sehingga Bank tidak menggunakan dana semacam itu untuk membiayai kredit.

Fungsi LDR

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa LDR pada saat ini berfungsi sebagai indikator intermediasi perbankan. Begitu pentingnya arti LDR bagi perbankan maka angka LDR pada saat ini telah dijadikan persyaratan antara lain :
·         Sebagai salah satu indikator penilaian tingkat kesehatan bank.
·         Sebagai salah satu indikator kriteria penilaian Bank Jangkar (LDR minimum 50%),
·         Sebagai faktor penentu besar-kecilnya GWM (Giro Wajib Minimum) sebuah bank.
·         Sebagai salah satu persyaratan pemberian keringanan pajak bagi bank yang akan merger.

Rumus LDR



Penyebab LDR Rendah

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa perbankan nasional pernah mengalami kemerosotan jumlah kredit karena diserahkan ke BPPN untuk ditukar dengan obligasi rekapitalisasi. Begitu besarnya nilai kredit yang keluar dari sistem perbankan di satu sisi dan semakin meningkatnya jumlah DPK yang masuk ke perbankan, maka upaya ekspansi kredit yang dilakukan perbankan selama sepuluh tahun terakhir sepertinya belum berhasil mengangkat angka LDR secara signifikan.

Agency

Agency adalah suatu lembaga keuangan non bank yang bertugas menyediakan jasa kredit kepada masyarakat dengan jaminan lebih ringan daripada bank.. Agensi memberikan pinjaman berupa uang kepada masyarakat dengan syarat yang lebih mudah dibandingkan dengan melakukan pinjaman langsung kepada bank dengan konsekuensi tingkat bunga yang lebih tinggi. Salah satu bentuk pinjaman yang diberi oleh agency adalah  kredit konumtif, yaitu kredit yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan debitur yang bersifat konsumtif (konsumsi masyarakat), seperti kartu kredit.

Agency kartu kredit

Agency yang dibentuk oleh bank penerbit kartu kredit (Card Issuer) untuk memasarkan produk kartu kredit mereka ke masyarakat. Untuk pemasarannya agancy akan merekrut dan menugaskan para agen-agen kartu kredit mereka ke masyarakat. Pada dasarnya, perusahaan agensi bukan saja tergantung pada pinjaman tunai maupun kartu kredit saja tetapi juga obligasi dan berbagai produk bank lainnya, tergantung produk yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan serta kerjasama antara pihak bank dan perusahaan agensi. Banyak bank yang menjalin hubungan kerjasama dengan lembaga non bank ini, dengan alasan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas bank.

Hubungan Agency dan LDR
Untuk meningkatkan rasio LDR, maka bank harus meningkatkan tingkat penyaluran kreditnya. dengan cara menaikkan agency sehingga bank tumbuh pesat karena indonesia termasuk conumer loan. Dengan kata lain, peningkatan agency akan membuat jumlah kartu kredit yg beredar dimasyarakat juga meningkat sehingga bank akan menyalurkan dana berupa pemberian kredit ke masyarakat yang mengakibatkan LDR naik.

Referensi :

Jurnal Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Loan To Deposit Ratio dan Dampaknya Pada Pendapatan Bunga Bank oleh  Iman Pirman Hidayat  dan Hana Hujaemah.

Rabu, 06 Juni 2012

Cash Reserves


Untuk mempertahankan likuiditasnya manajemen bisnis perbankan membentuk cadangan kas. Dilihat dari strategi untuk mempertahankan likuiditas, cadangan dalam perbankan dapat dibedakan dalam cadangan primer dan cadangan sekunder. Cash reserve adalah dana cadangan yang berbentuk tunai dan digunakan untuk menjaga keselamatan bank, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Penguasaan cash reserve merupakan bagian penting dari tugas manajemen likuiditas karena akan sangat menentukan apakah bank tersebut dapat merebut kepercayaan masyarakat atau tidak. Banyak bank yang sukses karena mereka berhasil mengelola cadangan tunai ini dengan dana yang baik.

Pengertian Cadangan Kas

Menurut bank Indonesia, cadangan bank adalah sejumlah uang tunai (rupiah dan valuta asing) yang dicadangkan dan disimpan di dalam khasanah serta diperhitungkan dalam pemenuhan kewajiban likuiditas minimum bank; serta fasilitas kredit yang dapat diperpanjang disertai rekening koran yang memperbolehkan nasabahnya untuk mencairkan ceknya dalam jumlah yang lebih daripada saldo yang tersedia tanpa dibebani biaya karena cerukan.

Cadangan kas merupakan aset yang dapat diakses dalam waktu yang sangat singkat ketika kebutuhan uang tunai muncul. Istilah ini sebenarnya digunakan untuk merujuk kepada dua jenis aset keuangan. Cadangan kas bisa merujuk ke saldo dalam memeriksa dan rekening tabungan atau deposito bank jangka pendek lainnya yang dapat diakses segera. Istilah ini juga dapat mencakup investasi jangka pendek yang memiliki tingkat likuiditas tinggi, seperti instrumen pasar uang. Kebanyakan bisnis beroperasi dengan setidaknya beberapa cadangan kas. Hal ini penting, karena cadangan tersebut memungkinkan untuk memenuhi pengeluaran yang sedang berlangsung dengan relatif mudah. Sudah lazim untuk sebuah bisnis mempertahankan cadangan dana khusus, seperti dana darurat atau kontingensi, efektif menciptakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan dalam hal beberapa biaya tak terduga yang dikeluarkan oleh perusahaan. Sebagai contoh, cadangan kas yang dipertahankan dalam dana kontingensi dapat digunakan untuk terus membayar gaji kepada karyawan sementara fasilitas yang rusak akibat bencana alam diperbaiki, atau untuk membantu dalam biaya perbaikan.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan penerbangan besar mempunyai dana $ 1,5 miliar pada cadangan kas untuk membiayai operasi dan menghindari kebangkrutan. Analis keuangan menggunakan beberapa rasio yang meliputi cadangan kas untuk menilai kecukupan modal. Sementara perusahaan dengan cadangan kas yang rendah mungkin dapat meminjam, layanan utang menempatkan lebih banyak tekanan pada cadangan kas masa depan. Jika cadangan kas yang habis dan kredit tidak tersedia perusahaan mungkin default pada utang mereka dan menjadi bangkrut. Untuk sebuah perusahaan investasi, cadangan kas berjangka mengambil makna lain. Aset yang dikelola mungkin termasuk cadangan kas yang besar sebagai bagian dari strategi investasi dana. Misalnya, reksa dana mungkin memegang cadangan kas yang melebihi apa yang dibutuhkan untuk pencairan tak terduga. Untuk individu, cadangan kas adalah tabungan atau kredit diadakan untuk menangani keadaan darurat atau kontinjensi lainnya.

Jenis-Jenis Cadangan Bank

Dana cadangan ini terbagi atas dua bagian, yaitu :

A.  Cadangan Primer (Primary Reserve)

   Primary reserve diperlukan untuk memenuhi permintaan efektif dari para nasabah yang muncul secara tiba-tiba. Bahasa teknis perbankan dalam mewujudkan primary reserve ini  adalah alat-alat yang dikuasai dan tercermin pada pos-pos aktiva, berupa : saldo kas dan saldo rekening pada Bank Indonesia. Cadangan primer merupakan garis pertahanan pertama sebuah bank jika para deposan menarik dana mereka.

Menurut Komaruddin Sastradipoera :

”Cadangan primer (primary reserve) dalam bank adalah aktiva tanpa dapat mendatangkan pendapatan (liquid non-earning assets) yang meliputi kas dan tagihan kepada bank lain, termasuk pula kas untuk memenuhi ketentuan cadangan wajib dan kas untuk operasi bank”.

B. Cadangan Sekunder

   Cadangan sekunder digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas yang jangka waktunya kurang dari satu tahun yang sekaligus dimanfaatkan untuk mencari laba. Cadangan sekunder merupakan pinjaman dan sekuritas yang dapat dikonversikan ke dalam uang tunai tanpa kerugian yang serius. Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Deposito, dan Surat Dagang adalah beberapa instrumen yang termasuk dalam cadangan sekunder. Cadangan sekunder tidak semata-mata sebagai penyangga cadangan utama, tetapi juga sebagai dana yang lincah bergerak dan ditanam dalam bentuk investasi jangka pendek dengan sifat-sifat yang tetap current.

Menurut Komaruddin Sastradipoera :

”Cadangan sekunder (secondary reserve) dalam bank adalah aktiva cair yang dapat memberikasn pendapatan (liquid earning assets) dengan tingkat resiko yang sangat minimum yang terdiri atas surat-surat berharga (sekuritas) yang sangat ’koran’ (laku keras) yang fungsinya untuk membantu likuiditas”.

Apa yang dapat mempertahankan suatu cadangan kas?

 Mempertahankan cadangan kas bisnis dapat dianalogikan dengan mempertahankan rekening tabungan pribadi. Sama seperti tabungan pribadi, kita dapat bertindak sebagai pelindung nilai terhadap masalah keuangan yang tak terduga (seperti kehilangan pekerjaan atau kematian pasangan), cadangan kas yang dapat membantu melewati perubahan permintaan pasar dan membayar biaya bisnis yang tidak terduga. Sebuah cadangan kas juga dapat membantu bisnis untuk mempersiapkan peluang bisnis yang baru.

Pengaruh Arus Kas Terhadap Cadangan Kas

Arus kas adalah pengukuran jumlah uang yang mengalir masuk dan keluar dari bisnis selama periode waktu tertentu, seperti seminggu atau sebulan. Pada akhir periode waktu yang ditentukan, jika bisnis telah menerima uang lebih dari yang sudah dihabiskan, itu akan memiliki arus kas positif. Khususnya dalam tahap awal bisnis, kas seringkali merupakan faktor yang paling penting untuk memastikan kesuksesan. Jika sebuah perusahaan kehabisan uang tunai dan tidak mampu untuk memenuhi pengeluaran saat ini, bisnis kemungkinan bangkrut. Kecuali jika bisnis tersebut memiliki arus kas positif, mungkin sulit untuk membangun cadangan kas rekening tabungan.

Kemampuan bisnis untuk mempertahankan cadangan kas akan tergantung pada arus kas secara keseluruhan dan kehidupan bisnis tahap siklus di mana ia menemukan dirinya. Biasanya, bisnis melalui empat tahap: start-up, pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan. Start-up perusahaan biasanya memiliki biaya yang sangat tinggi, dan arus kas sedikit atau tidak ada dan cadangan kas, karena bisnis ini belum membuat penjualan. Jika bisnis Anda pada tahap ini, Anda mungkin tidak mampu membeli banyak cadangan kas pada awalnya, tetapi Anda pasti ingin mendirikan satu setelah perusahaan Anda mulai menghasilkan kas yang cukup. Selama tahap pertumbuhan dan kematangan, mempertahankan cadangan kas akan sangat penting, baik untuk melindungi nilai terhadap masalah yang tak terduga dan untuk membiayai ekspansi melalui reinvestasi modal. Setelah berkonsultasi dengan penasihat keuangan Anda, Anda harus mempertimbangkan pembentukan rekening kas cadangan yang terpisah di lembaga keuangan. Banyak bank-bank komersial akan menawarkan berbagai alternatif cadangan kas serta beberapa bantuan terbatas dengan proses manajemen kas.

Kas rekening cadangan paling sering dibentuk di bank komersial. Ketika mempertimbangkan alat investasi, anda akan perlu menyeimbangkan aksesibilitas untuk uang dengan suku bunga. Namun, aksesibilitas untuk uang benar-benar harus menjadi pertimbangan utama Anda ketika memilih jenis account untuk dana cadangan kas. Jika cadangan kas Anda relatif kecil, Anda akan ingin dapat mengaksesnya bila diperlukan tanpa menimbulkan penalti. Bila cadangan kas lebih besar, Anda mungkin dapat menempatkan sebagian uang di rekening menawarkan suku bunga lebih tinggi. Pada dasarnya, ada tiga jenis account yang paling sering digunakan untuk memegang dana cadangan kas usaha kecil : 
(1) rekening deposito pasar uang, 
(2) sertifikat deposito dan deposito berjangka lainnya, dan 
(3) reksadana pasar uang atau surat berharga. Ada keuntungan dan kerugian untuk masing-masing.

Ada juga kemungkinan untuk menggunakan kredit sebagai sumber dana tunai darurat. Namun, kebutuhan untuk membayar kembali pinjaman tersebut dikombinasikan dengan beban bunga tinggi, alternatif ini kurang diinginkan dari akun cadangan tunai. Namun demikian, disarankan untuk memiliki jalur kredit tersedia untuk digunakan ketika Anda membutuhkannya.

Strategi yang dapat digunakan untuk membangun cadangan kas

Ada sejumlah cara untuk membangun cadangan kas. Misalnya, Anda bisa menitipkan sebagian dari kelebihan kas yang dihasilkan oleh bisnis Anda ke dalam account ini secara sistematis. Selain itu, Anda dapat menambahkan sebagian pendapatan dari investasi lain bisnismu ke rekening. Anda juga dapat mengurangi pengeluaran dan menambah uang yang disimpan atas perkiraan cadangan. Suatu cara yang bijaksana untuk memvariasikan investasi Anda  sampai tanggal jatuh tempo. Misalnya, tidak hanya menginvestasikan semua uang Anda dalam satu tahun sertifikat deposito, Anda juga bisa berinvestasi dalam hal lain dengan tanggal jatuh tempo yang berbeda sehingga keuntungan akan datang pada waktu yang berbeda juga. Kombinasikan investasi lain Anda dengan beberapa investasi surat berharga untuk mendapatkan bunga lebih tinggi. Gunakan pendekatan investasi multitier dengan menggabungkan sejumlah alat cadangan kas berbeda dengan jalur kredit dan mungkin nilai tunai polis asuransi jiwa. (jenis kebijakan ini memungkinkan Anda untuk berkesempatan membangun uang tunai yang kemudian dapat anda tarik untuk kegunaan lain. Perlu diketahui bahwa pinjaman atau penarikan akan menurunkan pembayaran akhir.) Pastikan untuk meninjau rekening kas cadangan Anda secara berkala untuk menyesuaikan keseimbangan rekening yang diperlukan.

Apakah ada kerugian untuk mempertahankan suatu cadangan kas?

Mempertahankan cadangan kas penting bagi bisnis anda sebagai rekening tabungan pribadi untuk Anda. Namun demikian ada kelemahan besar yang penting untuk diingat, yaitu: biaya peluang terlibat ketika kas Anda masih relatif menganggur. Idealnya, kelebihan kas harus diinvestasikan kembali ke dalam bisnis Anda atau diinvestasikan dalam jangka panjang sebagai alat untuk mendapatkan suku bunga atas. Mempertahankan rekening kas cadangan bank menghalangi Anda dari uang reinvestasi modal dan mungkin menghasilkan keuntungan yang jauh lebih kecil daripada yang dapat diperoleh sebaliknya.

Referensi :


Senin, 04 Juni 2012

Mekanisme Kliring dan Transfer dan Portofolio Perbankan

Dalam akuntansi, debit selalu bertambah dan kredit selalu berkurang. Lain halnya pada use dan source of fund, debet tidak selalu bertambah dan kredit juga tidak selalu berkurang. Untuk lebih jelas lihat contoh berikut :
                                                                                                     

Use of Fund
Source of Fund
ASSETS
LIABILITIES
Cash Reserves
Deposit
Loan
Securities
Securities
Capital
Other Asset

(+) Debit
(-) Debit
(-) Kredit
(+) Kredit


Dina nabung 10juta secara tunai di bank artinya tabungan bertambah di kredit dan kas bertambah di debit. Jika ia menabung secara kredit maka tabungannya bertambah di kredit dan berkurangnya deposito di debit. Jika Dina meminjam uang ke bank maka bunga pinjaman (loan) bertambah di Asset (debit) à tabungan bertambah di Liabilities (kredit), ini disebut pinbuk (pemindahan buku).

MEKANISME KLIRING

Kliring adalah penyelesaian utang-piutang antar bank yang berbeda tetapi masih di dalam satu wilayah. Untuk memahami mekanisme kliring, lihat kasus-kasus berikut ini :



Kasus I (pembelian barang)
Dina ingin membeli barang kepada Jaka sebesar 50 juta (line biru). Dia membayar ke Jaka dengan uang yang ia simpan di Bank BRI Jakarta dalam bentuk giro. Uang Dina dicairkan namun tidak bisa langsung dibayar ke Jaka, asalkan City Bank Jakarta memberi uangnya ke Jaka melalui perantara yaitu Bank Indonesia (BI). Sebagai perantara, BI baru ingin mengeluarkan uang jika mereka harus memberi R/K pada BI (Giro Wajib Minimun) dengan syarat minimal 8% dari deposit. Prosesnya, setelah Jaka meminta  City Bank mencairkan cek tersebut, lalu City Bank mengirim surat kepada BI yang disebut Nota debet keluar. Kemudian BI menerima surat itu dan disampaikan ke Bank BRI yang dinamakan Nota debet masuk. Maka R/K (Rekening Koran) pada BI (debit) dan tabungan Jaka (kredit) akan bertambah 50 juta, sedangkan R/K pada BI (kredit) dan giro Bank BRI (debit) berkurang 50 juta Sedangkan di BI R/K City Bank (kredit) akan berkurang dan  R/K pada Bank BRI akan bertambah (debit).


Bank BRI
ASSETS
LIABILITIES
Kr. R/K pada BI (-)
Db.Giro Bank BRI (-)

City Bank
ASSETS
LIABILITIES
Db. R/K pada BI (+)
Kr. Tabungan Jaka (+)

Bank Indonesia
ASSETS
LIABILITIES


Db. R/K bank BRI (+)
Kr.R/K City Bank (-)

Kasus II (memberi hadiah)

Pada kasus ini, Jaka memberikan hadiah ke Dina berupa uang 100 juta (line orange), karena Dina salah satu customer setianya. Jaka mengirimkan uang melalui City Bank melalui rekening gironya. Dengan demikian City Bank akan mengirimkan nota kredit keluar ke BI, kemudian BI akan mengirimkan nota kredit masuk ke Bank BRI, maka yang terjadi adalah R/K Bank BRI (debit) dan giro Bank BRI (kredit) akan bertambah 100 juta, sedangkan R/K pada BI (kredit) dan tabungan Jaka (debit) akan berkurang 100 juta. Sedangkan di BI R/K City Bank (debit) akan bertambah dan  R/K pada Bank BRI (kredit) akan berkurang.

Bank BRI
ASSETS
LIABILITIES
Db. R/K pada BI (+)
Kr.Giro Bank BRI (+)

City Bank
ASSETS
LIABILITIES
Kr. R/K pada BI (-)
Db. Tabungan Jaka (-)

Bank Indonesia
ASSETS
LIABILITIES

Kr. R/K bank BRI (-)

Db.R/K City Bank (+)


Kasus III (penolakan kliring)
Berdasarkan kasus I, apabila tabungan Jaka  yang ada di Bank BRI tidak mencapai 50 juta, maka Bank BRI akan mengirimkan surat penolakan kliring ke BI, kemudian BI akan mengirim surat itu kembali ke City Bank. Peristiwa ini disebut “Penolakan Kliring” (lihat line merah) sehingga Joko akan masuk ke “Black List”nya BI. Jika terjadi penolakan seperti ini, maka rekening akan berubah menjadi :

Bank Indonesia
ASSETS
LIABILITIES

Kr. R/K bank BRI (-)

Db.R/K City Bank (+)

Rekening Bank BRI
Tabungan Jaka
R/K pada BI
Rekening City Bank
R/K pada BI
Giro

Dalam ketiga kasus di atas, terdapat macam-macam surat yang di kirim BI ke bank peserta kliring dan efeknya terhadap saldo nasabah pada bank yang dituju pada BI.

Surat
Saldo di BI
Nota debit masuk
-
Nota debit keluar
+
Nota kredit masuk
+
Nota kredit keluar
-
Tolakan
+/-
Jumlah
+/-

Jika saldo di BI plus (+) maka bank tersebut dikatakan menang kliring,  dan dana di BI akan bertambah, namun jika minus (-) maka bank tersebut kalah kliring. Jika kliringnya kalah, maka harus meminjam dana untuk mencapai GWM (Giro Wajib Minimum) kepada peserta kliring yang menang, hal ini disebut Call Money. Namun jika suatu saat bank tersebut tidak sanggup embayar hutang kliringnya, maka BI memiliki wewenang untuk melikuidasi bank tersebut. Kekalahan kliring tidak berpengaruh pada likuiditas bank, tetapi akan berpengaruh jika saldo R/K bank tersebu di BI tidak memenuhi GWM. Sebagai contoh :

Dina nasabah Bank BRI
Deposito è 100 juta
GWM Dina (8%) è         8 juta
Kalah kliring è                 2 juta 
Total saldo                        6 juta

Jaka nasabah City Bank
Deposito è 100 juta
GWM Jaka (8%) è         10 juta (8% LRR; 2% ER)
Menang Kliring è             2 juta
Total saldo                       12 juta

Pada contoh kasus di atas, Bank BRI kalah kliring dengan saldo 6 juta, jumlah itu kurang dari GWM yang ditetapkan oleh BI yaitu 8% dari deposito nasabah. Jadi Bank BRI harus melakaukan Call money dengan City Bank untuk menutupi GWM. Bank BRI harus melakukan Call Money sebesar 2 juta ke City Bank yang merupakan salah satu peserta bank yang menang kliring dengan hitungan bunga per night. Tetapi dengan syarat jika City Bank meminjamkan uangnya ke Bank BRI, GWM di City Bank juga tidak boleh kurang dari GWM. Dari contoh terlihat bahwa total City Bank melebihi GWM yaitu 2%, ini dinamakan Excess Requirement atau kelebihan dari minimum.

MEKANISME TRANSFER

Mekanisme transfer sama seperti kliring hanya saja transfer bisa dilakukan ke antar kota. Secara umum, transfer adalah pemindahan sejumlah nilai uang/giro dari satu cabang ke cabang lain pada bank yang sama atau bank lain untuk dibayarkan ke pihak yang bersangkutan  secara tunai maupun rekening. Ini disebut Rekening Antar Kantor (RAK).

Kasus I
Dina sebagai nasabah Bank BRI Jakarta akan mentransfer giro ke saudaranya Joko yang berada di Mapi, Papua. Hal ini tidak akan mungkin sampai ke BPD Papua Mapi jika tidak melalui bank-bank lainnya. Maka dari ini, untuk melakukan transfer terlebih dahulu giro tersebut ditransfer ke BRI yang ada di Makasar, kemudian terjadi kliring antara Bank BRI di Makasar dengan BPD Papua yang ada di Makasar juga, selanjutnya giro tersebut baru bisa di transfer ke BPD Papua di Mapi.


Kasus II (Perantara Beda Wilayah)
Pada kasus ini, Fina akan melakukan transfer dari Bank Niaga Jakarta ke Dera yang merupakan nasah BPD Papua Mapi. Akan tetapi di Papua tidak ada Bank Niaga, kebetulan Bank Niaga Cuma ada di Jakarta. Maka giro Fina akan di kliring terlebih dahulu ke BRI Jakarta, kemudian akan ditransfer ke BRI Makasar selanjutnya akan di kliring lagi ke BPD Papua yang ada di Makasar, selanjutnya akan di transfer ke BPD Papua Mapi.


Kasus III
Deni yang berada di Arab (Bank of Saudi) akan mentransfer giro ke Kiki yang ada di Jakarta (Bank Mandiri). Agar transaksi menjadi lancar bisa dilakukan dengan cara mail transfer/ bank draft oleh Deni ke Kiki, sebelumnya uang yang ingin dikirim harus dimasukkan ke Bank of Saudi dengan imbalan surat bank draft yang akan Deni kirim melalui pos antar negara. Tiba surat tersebut ditangan Kiki, maka Kiki bisa menukarkan surat tersebut ke Bank Mandiri di Jakarta. Atau Bank of Saudi akan mengirimkan payment order ke Bank Mandiri Jakarta, dan Bank Mandiri akan memanggil Kiki untuk mengambil uang tersebut. Transaksi ini bisa dilakukan jika kedua bank tersebut mempunyai hubungan Correspondent Bank.

PORTOFOLIO KEUANGAN


Assets
Cash Reserves yang disimpan dalam bentuk kas dan R/K pada BI, semua uang yang ada di Cash Reserves berasal dari deposit kecuali jika dia ada Call Money maka melibatkan Securities. Lanjut ada dua aturan pada Loan, yaitu LDR (Loan to Deposit Ratio) maksimal 110% (100% dari deposito; 10% dari capital), kemudian KUK (Kredit Usaha Kecil) atau KIK (Kredit Investasi Kecil) minimal 20% dari loan. KUK harus diambil dari tabungan karena jika diambil dari giro (fluktuatif) dan deposito akan menyebabkan negative miss match. Kemudian securities yang ada di Asset tandanya pembelian, yang digunakan  untuk mebeli obligasi dan saham di pasar modal, memberikan Call Money pada bank lain di pasar uang antar bank dan memberi pinjaman holding.



Liabilities
Deposito berasal dari tabungan, giro dan deposito masyarakat, sementara securities pada Liabilities artinya penjualan, kebalikan dari Securities di Assets.

PEMBERIAN NOMOR REKENING NASABAH

Setiap nasabah bank memiliki nomor rekening dan nasabah yng bebeda dansetiap kantor bank memiliki nomor, untuk mempermudah pengelompokkan di neraca Assets dan Liabilities (deposit).

ASSETS
Liabilities

Giro 2.1

Tabungan 2.2

Deposito 2.3


Setiap hari bank selalu melakukan proses akhir hari per saldo rekening yang terjadi pada hari tersebut. Dan pada akhir bulan bank juga menghitung saldo akhir bulan per rekening yang nantinya akan menjadi saldo awal bulan selanjutnya. Perhitungan saldo akhir bulan yaitu:

Saldo akhir bulan = saldo akhir hari + bunga

Mencari Bunga Tabungan

Untuk mencari bunga tabungan ada tiga cara :
1.       Saldo terendah dihitung dengan cara mengalikan saldo terendah dalam satu bulan dengan % i dan hari bunga dibagi 365 hari.
2.       Saldo rata-rata, yaitu dengan merata-ratakan saldo satu bulan.
3.       Saldo harian yaitu dengan cara menghitung bunga setiap hari selama sebulan lalu dijumlahkan.

Rumus perhitungan bunga tabungan

 
Note : 365 hari pada Liabilities, jika pada aset 360 hari
Sebagai contoh :
Tanggal
Saldo
03-Mei
50 juta
07-Mei
60 juta
10-Mei
45 juta
18-Mei
35 juta
 èsaldo terendah
01-Jun
35 + xxx
Note : tingkat suku bunga 10%


















                                                                


Menghitung Bunga Kredit

Untuk menghitung bunga kredit ada 2 cara, yaitu :
1.       Flat (Fix Rate)
Flat adalah bunga yang besarnya sama setiap bulannya, biasanya diterapkan pada hutang jangka, investasi dan leasing jangka panjang. Sementara bunga annuitas besar bunga yang dibayarkan tiap bulannya berbeda, biasanya diterapkan pada credit card. Contoh : Atun meminjam uang sebesar 10 juta, tingkat bunga 10%/thn selama 3 tahun pinjaman. Maka tingkat bunganya mnenjadi 30%/3thn untuk pinjaman 10 juta. Hasil cicilan bunga akan tetap selama 3 tahun sebesar:

2.       Anuitas à contoh : kredit
Tanggal
Total kredit atun; bunga 15%
Saldo
10-Mei
tunai 30 juta
30 juta
13-Mei
Pinbuk pada tabungan 20 juta
50 juta
18-Mei
pinbuk pada deposito 20 juta
70 juta
20-Mei
pinuk kredit deposito 15 juta
55 juta














Note :  Jika bunga deposito naik, maka bunga kredit juga naik.