Selasa, 05 April 2011

Membuat Perintah Melalui Visual Basic


Membuat perintah melalui Visual Basic (VB) :
1.    Sebelum menggunakan VB, terlebih dahulu membuat shortcut key di macro untuk menjalankan perintah yang nantinya akan dibuat di modul VB. Caranya pada toolbar pilih View >> Macro >> Record New Marco kemudian ketik nama macronya dan buat shortcut key-nya “Macro1” dan “crtl+shift+z”  kemudian tekan OK. Setelah itu pada Macro tadi tekan Stop Recording.

           
2.    Untuk membuat perintah pada VB maka pada komponen Macro pilih View Macro, akan timbul kotak seperti dibawah ini. Kemudian pilih Edit untuk membuat perintah.

3.    Maka akan keluar Microsoft Visual Basic, di dalamnya terdapat modul untuk membuat perintah-perintah yang diinginkan, tapi sebelum membuat perintah, tulisan selain Sub Macro dan End Sub di hapus, karena itu merupakan perintah yang sebelumnya dibuat pada macro.


4.    Disini kita akan membuat perintah untuk sebuah tabel yang berisi No, Nama, NPM dan Kelas setiap mahasiswa, seperti :


5.    Tapi sebelumnya kita akan membuat penomorannya terlebih dahulu, caranya menggunakan perintah seperti gambar dibawah ini.

Keterangan perintah :
·      N=, variabel yang dapat menampung nilai yang dapat berubah-ubah.
·      Val, berhubungan dengan tipe data (angka).
·      InputBox, berbentuk kotak yang bisa dimsukkn data.
·      “masukkan...”, perintah pada data yang di input.
·      “input...”, judul pada input box.
·      For i = 2 to n+1, untuk variabel i yang di mulai dengan angka 2 sampai n (tak terhingga) sesuai berapa angka yang di input. Yang berada pada coloum 1 row 2.
·      Cells (i,1).Value = i-1, letak angka yang di input pada sel dengan nilai i-1.
·      Next i, lanjutan variabel i sampai berapa data yang di input.
Untuk menjalankan perintah tersebut jalankan shortcut yang sebelumnya sudah di buat pada macro, maka akan keluar sebuah kotak seperti ini :

Karena jumlah data yang kita ingin masukkan sebanyak 5 nomor maka kita tulis 5 kemudian klik OK.

Untuk mengisi datanya, perintah yang sebelumnya ditulis dihapus dan di buat perintah baru lagi seperti  dibawah ini. Untuk keterangannya sama seperti sebelumnya, hanya saja di sini kita ingin masukkan nama, npm, kelas, dengan perintah letak sel yang di tambah.


6.       Jalankan shortcut key yang sama seperti tadi maka akan timbul kotak :
·      Untuk berapa banyak data yang ingin di input, sama seperti sebelumnya.
        
         
·      Untuk nama pada biodata1, kemudian tekan OK.
         

·      Untuk NPM mahasiswa, kemdian tekan OK.
 

·      Untuk kelas, kemudian tekan OK.
 

·      Untuk data nomor 2 sampai 5 akan berlanjut seperti di atas.

Minggu, 13 Maret 2011

Penggunaan Formula pada Ms. Excel

Pada Microsoft Excel ada ya dikenal dengan pemrograman formula, di tulisan ini penulis akan memberikan contoh formula IF, SUM dan AVERAGE..

Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut :

1.       Disini penulis membuat contoh sederhanadari pembelian barang.










2.       Untuk mengisi Level barang, syarat yang dibuat adalah
-   Jika Harga Satuan < 450000 maka Level Barang = Murah
-   Jika Harga Satuan > 1000000 maka Level Barang = Mahal
-   Jika Harga Satuan diantara 450000 dan 1000000 maka Level Barang = Pas

 Untuk membuat syarat tersebut digunakan formula IF, yaitu IF NESTED (IF bertingkat), yaitu :

=IF(B2<450000;"MURAH";IF(B2>1000000;"MAHAL";IF(450000>B2>1000000;"PAS")))

Maka tampilannya akan seperti ini :












Untuk melihat hasil semua yang ada di level barang pada kolom C, tarik garis di sudut bawah cell C2 sampai tanda (+) berubah menjadi (+) yang tebal, kemudian tarik sampai cells C9.

3.      Pada kolom jumlah isikan barang yang ingin di beli.

4.      Status pembelian kita penulis menggunakan formula IF Nested kembali, dengan syarat-syarat yang di tentukan :
-   Jika Jumlah = 0 maka Status Pembelian = TIDAK BELI
-   Jika Jumlah > 0 maka Status Pembelian = BELI

=IF(D2=0;"TIDAK BELI";IF(D2>0;"BELI"))

Langkah selanjutnya sama seperti langkah nomor 2.









5.       Kolom F berisikan Harga barang yaitu harga satuan dikalikan dengan jumlah, menggunakan SUM.






















Dan tarik garis di sudut bawah cell F2 sampai tanda (+) berubah menjadi (+) yang tebal, kemudian tarik sampai cells F9.
















6.       Langkah selanjutnya mencari TOTAL level barang, Jumlah, dan Harga Barang.
Menggunakan SUM, dengan cara ketik =SUM kemudian blok cell dari B2 sampai B9. Maka hasilnya akan menjadi =SUM(B2:B9).













Sama juga untuk mencari TOTAL Jumlah dan Harga Barang.

7.       Langkah selanjutnya yaitu mencari RATA-RATA Harga Satuan, Jumlah dan harga Barang. Dengan menggunakan AVERAGE.
Caranya ketik =AVARAGE kemudian blok
-   B2 sampai B9 untuk Harga Satuan.
-   D2 sampai D9 untuk Jumlah.
-   F2 sampai F9 untuk Harga Barang.





Senin, 21 Februari 2011

..Sistem Perekonomian..

Setiap negara mempunyai permasalahan ekonomi dan setiap negara pasti juga punya cara tersendiri untuk mengatasinya. Dengan adanya sistem perekonomian negara dapat mengatur semua kegiatan-kegiatan ekonomi . Dengan sifat manusia yang selalu ingin tau, pembahasan ekonomi dan permasalahannya tidak akan pernah ada habisnya, apalagi di zaman era globalisasi seperti sekarang ini. Contohnya saja dalam tingkatan yang paling rendah yaitu ekonomi rumah tangga, belum lagi permaslahan ekonomi di dunia. Bagaimana setiap negara menjawab permasalahan-permasalahan ekonomi menunjukkan sistem ekonomi yang dianutnya. Lalu bagaimana dengan sistem perekonomian?
Pada pembahasan ini akan di jelaskan mengenai sistem perekonomian yang ada di dunia.
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengatur sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.
Dalam sejarah sistem perekonomian dunia di bagi menjadi 3.
1.      Sistem ekonomi Liberal
Ekonomi liberal dapat dikatakan juga dengan ekonomi pasar  bebas atau kapital. Sistem ini menghendaki kebebasan. Pada prinsipnya sistem ekonomi ini mengutamakan pasar bebas. Bila terjadi kebebasan faktor produksi, maka akan tercipta produksi yang sangat pesat. Tetapi kebebasan mudah disalahgunakan oleh yang kuat untuk memeras pihak yang lemah.  Dalam sistem ekonomi ini, individu bebas memilih lapangan pekerjaan dan bidang usaha sendiri.
Kelebihan sistem ekonomi liberal  :
a.       Setiap individu diberi kebebasan memiliki kekayaan dan sumber daya produksi.
b.      Individu bebas memilih lapangan pekerjaan dan bidang usaha sendiri.
c.       Adanya persaingan menyebabkan kreativitas dari setiap individu dapat berkembang.
d.      Produksi barang dan jasa didasarkan pada kebutuhan masyarakat. 
Kekurangan sistem ekonomi liberal
a.       Muncul kesenjangan yang besar antara yang kaya dan miskin.
b.      Mengakibatkan munculnya monopoli dalam masyarakat.
c.       Kebebasan mudah disalahgunakan oleh yang kuat untuk memeras pihak yang lemah.
d.      Sulit terjadi pemerataan pendapatan.

2.      Sistem ekonomi sosialis
Sistem ekonomi yang segala bentuk kegiatan ekonomi dikuasai, dikelola dan di kendalikan oleh Pemerintah Pusat . Negara penganut sistem ini yaitu RRC. Pada sistem ini, produksi disesuaikan dengan daya beli masyarakat serta Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
Kelebihan sistem ekonomi sosialis
a.         Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
b.         Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat dilakukan dengan merata.
c.         Pemerintah bisa lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
d.        Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga. 
Kekurangan sistem ekonomi sosialis.
a.       Mematikan kreativitas dan inovasi setiap individu.
b.      Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
c.       Kurang adanya variasi dalam memproduksi barang, karena hanya terbatas pada ketentuan pemerintah.

3.      Sistem ekonomi campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi sosialis. Sistem ini diatur, direncanakan, dan ditetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan di bidang ekonomi oleh pemerintah.

Ciri-ciri dari sistem ekonami campuran.
a.       Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
b.      Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang ditetapkan pemerintah.
c.       Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
d.      Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
e.       Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.

Kelompok Sospol

Materi sospol yang di berikan oleh bapak Burhan pada tanggal 19 februarii 2011 dapat di download di Materi kelompok SOSPOL, TERIMAKASIH..